Ustadz Muhammad Absori Lc: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan, Pengorbanan dan Kepedulian Sesama

Rabu, 27 Mei 2026

Ustadz Muhammad Absori LC

PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co)— Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhammad Absori LC dalam tausyiahnya yang sarat makna tentang hikmah ibadah kurban, Rabu (27/5/2026) di Masjid Al-Hidayah 131 Gg Permai 1 Hidayah 3 Pangkalan Kerinci. 

Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Absori menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT pada hari Nahr atau Hari Raya Idul Adha.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa tidak ada amalan anak Adam pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah hewan kurban.

“Sesungguhnya hewan kurban itu kelak akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya sebagai saksi bagi orang yang berkurban. Karena itu, berkurbanlah dengan hati yang ikhlas dan penuh kegembiraan,” ujarnya.

Menurutnya, dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk penghambaan dan bukti ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Ia juga mengingatkan bahwa yang dinilai Allah bukanlah daging maupun darah hewan kurban, melainkan keikhlasan dan ketakwaan orang yang melaksanakannya.

Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, namun ketakwaan dari hamba-Nya lah yang diterima.

“Ayat ini turun untuk meluruskan kebiasaan orang Arab jahiliyah yang mengira Allah membutuhkan darah dan daging kurban. Padahal yang Allah lihat adalah keikhlasan dan ketakwaan hati,” jelasnya.

Dalam tausyiah tersebut, Ustadz Absori juga mengajak jamaah meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi simbol kepatuhan total kepada perintah Allah SWT.

Ia menggambarkan bagaimana beratnya ujian yang dihadapi Nabi Ibrahim ketika diperintahkan menyembelih putranya sendiri, Ismail, yang sangat dicintainya. Namun keduanya menunjukkan ketundukan luar biasa kepada Allah.

“Iman bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah,” tegasnya.

Menurutnya, jawaban Nabi Ismail yang siap menerima perintah Allah menunjukkan keteguhan iman dan keyakinan penuh terhadap kehendak Allah SWT.

Dari kisah itu, umat Islam diajarkan untuk rela mengorbankan kepentingan pribadi demi menjalankan perintah agama dan meraih ridha Allah.

Ustadz Absori juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita mengorbankan sifat egois menjadi kepedulian, mengorbankan kesombongan menjadi kerendahan hati, mengorbankan kemalasan menjadi semangat ibadah, serta mengorbankan cinta dunia yang berlebihan demi meraih ridha Allah,” pesannya.

Selain sebagai ibadah spiritual, Idul Adha juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui pembagian daging kurban, umat Islam diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan sampai ada saudara kita yang merasa sendiri dan kekurangan di hari raya ini. Semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus kita hidupkan,” tambahnya.

Di akhir tausyiahnya, Ustadz Muhammad Absori berharap seluruh amal ibadah umat Islam, termasuk kurban dan sedekah yang dilakukan pada Idul Adha tahun ini, diterima Allah SWT dan menjadikan umat Islam sebagai hamba yang bertakwa.***