
UKUI (PelalawanPos)– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kecamatan Ukui tahun ini berlangsung berbeda dan penuh makna. Tidak ada aksi turun ke jalan ataupun orasi panjang, melainkan kegiatan gotong royong membersihkan Masjid Al-Jihad yang melibatkan buruh, pemerintah, dan masyarakat setempat.
Kegiatan yang digagas sebagai bentuk kepedulian sosial itu dipimpin langsung oleh Joko Hadi. Suasana kebersamaan terlihat hangat sejak pagi, ketika para peserta bahu-membahu membersihkan lingkungan masjid dengan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Camat Ukui menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak harus selalu identik dengan demonstrasi dan orasi. Menurutnya, aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat justru menjadi bentuk perayaan yang lebih bermakna.
“Hari ini kita merayakan Hari Buruh dengan cara yang berbeda. Di saat daerah lain mungkin dipenuhi orasi, kita di Kecamatan Ukui memilih untuk beraksi. Kita berkumpul di Masjid Al-Jihad ini untuk menunjukkan bahwa buruh bukan hanya penggerak ekonomi, tapi juga pilar sosial yang peduli pada lingkungan dan tempat ibadah,” ujar Joko Hadi.
Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta gotong royong. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara masyarakat, pekerja, dan pemerintah di Kecamatan Ukui.
“Gotong royong pagi ini adalah simbol sinergi. Buruh, pemerintah, dan masyarakat berbaur menjadi satu tanpa sekat. Saya sangat bangga melihat semangat Bapak dan Ibu sekalian. Ini membuktikan bahwa di Ukui, kerukunan adalah prioritas utama kita,” katanya.
Selain membersihkan area masjid, kegiatan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini meningkatkan rasa memiliki kita terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah. Mari kita bersihkan setiap sudut masjid ini dengan hati yang ikhlas, agar ibadah kita nantinya pun terasa lebih nyaman,” tambahnya.
Menariknya, di akhir sambutannya Camat
Ukui juga menyampaikan pantun yang disambut tepuk tangan peserta gotong royong.
“Hendak memancing di Sungai Nilo,
Umpan disebar ikan pun didapat.
Hari Buruh tak perlu orasi berkilo-kilo,
Cukup gotong royong kian bermanfaat.”
Peringatan May Day ala Kecamatan Ukui
ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membawa pesan positif tentang persatuan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.