Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, ITP2I Gelar Pelatihan Penapisan Jamur Trichoderma di Desa Simpang Beringin

Kamis, 29 Januari 2026

ITP2I menggelar Pelatihan Penapisan Jamur Trichoderma di Desa Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan

PELALAWAN (Pelalawanpos) -Dalam upaya mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) menggelar Pelatihan Penapisan Jamur Trichoderma di Desa Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini bertujuan membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan mikroorganisme lokal sebagai bahan pembuatan pupuk hayati sekaligus pengendali penyakit tanaman.

Kegiatan yang mengusung judul Penyuluhan dan Pelatihan Penapisan Jamur Trichoderma dari Lapangan untuk Pembuatan Pupuk Hayati dan Pengendali Penyakit Tanaman ini diketuai oleh Fradilla Swandi, S.P., M.P., dengan anggota tim Cecilya Silalahi, S.P., M.Sc., Febrianti, S.P., M.Si., Nursyam Arrozi, S.P., M.Si., Yudia Azmi, S.P., M.Si., serta Ir. Widya Laila, S.T., M.T., IPM., Asean Eng.

Kegiatan ini juga melibatkan beberapa orang mahasiswa Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia diantaranya Lulu Nurul Wahida, Muhammad Rio Pratama dan Ronal Castro sebagai bagian dari pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Beringin Sukses. Para peserta mendapatkan penyuluhan mengenai peran jamur Trichoderma sebagai mikroorganisme bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah serta menekan perkembangan penyakit tanaman.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan langsung penapisan jamur Trichoderma dari lapangan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk hayati dan agen pengendali penyakit tanaman secara ramah lingkungan.

Ketua tim pengabdian, Fradilla Swandi, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani agar mampu memanfaatkan sumber daya hayati lokal secara mandiri. “Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diberikan dapat diaplikasikan langsung di lahan pertanian sehingga mampu menekan biaya produksi dan mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Desa Simpang Beringin, Bapak Suhartono, S.Sos. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan program pengabdian masyarakat oleh ITP2I. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, khususnya KWT, karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut di masa mendatang. Program seperti ini sangat membantu masyarakat desa dalam meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia diharapkan terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemberdayaan masyarakat pedesaan.***

Kontribusi berita : Wahyu Widodo