Menabur Benih, Menumbuhkan Harapan di Sungai Kerinci

Selasa, 06 Januari 2026

Bupati Pelalawan H Zukri menabur ribuan benih ikan di Sungai Pangkalan Kerinci.

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-Sore itu, aliran Sungai di sekitar Jembatan Kembar Pangkalan Kerinci tampak lebih hidup dari biasanya. Riak air yang tenang menjadi saksi ketika Bupati Pelalawan H. Zukri bersama Wakil Bupati H. Husni Tamrin menaburkan ribuan benih ikan patin ke dalam sungai, Senin (5/1/2026). Sebanyak 13 ribu bibit ikan patin dilepas, bukan sekadar memenuhi sungai, tetapi menanam harapan baru bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali potensi sungai sebagai sumber kehidupan bersama.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Zukri menyampaikan bahwa pelepasan bibit ikan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, yakni Program Satu Juta Ikan Tahun 2026. Program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya yang menggantungkan hidup pada sumber daya perairan.

“Pelepasan bibit ikan hari ini adalah yang perdana di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Selanjutnya, kegiatan serupa akan kita lakukan secara bertahap di tujuh kecamatan lainnya,” ujar Bupati Zukri.

Lebih dari sekadar program penebaran ikan, kawasan Sungai di sekitar Jembatan Kembar Pangkalan Kerinci diproyeksikan menjadi ruang baru bagi masyarakat. Bupati Zukri mengungkapkan bahwa kawasan tersebut ke depan akan dikelola dan dikembangkan sebagai pusat wisata mancing, yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kawasan Sungai Jembatan Kembar ini akan kita kelola dan jadikan sebagai pusat wisata mancing. Ini bagian dari upaya kita menghidupkan potensi sungai sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Program Satu Juta Ikan bukan hanya tentang jumlah bibit yang dilepas, tetapi tentang perubahan cara pandang terhadap sungai. Sungai tidak lagi sekadar aliran air, melainkan ruang kehidupan yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara bijak.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai, sehingga tercipta keseimbangan antara pembangunan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari Sungai Kerinci, harapan itu kini mulai mengalir.***