Kanal

Diiringi Tokoh Adat dan Ratusan Warga, Jumaidi A.Mk Daftar Pertama Bacalon Kades Simpang Beringin

BANDAR SEIKIJANG (PelalawanPos.co)– Dukungan berbagai elemen masyarakat mengiringi langkah Jumaidi, A.Mk untuk mengabdikan diri membangun kampung halaman. Putra terbaik Desa Simpang Beringin tersebut resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Simpang Beringin periode 2026–2034.

Jumaidi menjadi pendaftar pertama pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Simpang Beringin. Pendaftarannya dilakukan pada Rabu, 30 September 2026, dengan diantar sejumlah tokoh dan elemen masyarakat desa.

Antusiasme dukungan datang dari berbagai unsur, mulai dari tokoh adat ninik mamak suku Melayu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh paguyuban, tokoh pemuda, tokoh wanita hingga masyarakat Desa Simpang Beringin.
Kepada awak media, Ahad (4/10/2026),

Jumaidi mengatakan pencalonannya merupakan dorongan dari masyarakat yang menginginkan adanya pengabdian dan pembangunan yang lebih baik di Desa Simpang Beringin.

“Saya diusung masyarakat untuk mendaftarkan diri mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Simpang Beringin pada Pilkades bulan depan,” ujar Jumaidi.

Sosok Jumaidi selama ini juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di tingkat Kabupaten Pelalawan, dirinya dipercaya sebagai Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Pelalawan.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Jumaidi dinilai cukup aktif membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat kurang mampu dan anak yatim. Ia bahkan kerap turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat dan membantu berbagai persoalan sosial.

Berbekal pengalaman tersebut, Jumaidi kini membawa semangat pengabdian ke tingkat desa. Keputusannya maju dalam Pilkades disebut bukan sekadar untuk mengejar jabatan, tetapi sebagai bentuk keinginan untuk membenahi dan membangun kampung halaman.

“Dengan mencalonkan diri sebagai kepala desa, tentunya niat saya adalah ingin mengabdikan diri dan membenahi kampung halaman. Apalagi pencalonan ini mendapat dukungan dari ninik mamak dan berbagai elemen masyarakat Desa Simpang Beringin,” ujarnya.

Dalam pencalonannya, Jumaidi membawa visi pembangunan yang dirancang dengan konsep “AMAN”, yakni:

“Terwujudnya Simpang Beringin yang Agamis, Mandiri, Beradat, dan Nyaman.”

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh kehidupan keagamaan, ekonomi masyarakat, pelestarian adat dan budaya, serta kenyamanan warga dalam mendapatkan pelayanan pemerintahan.

Untuk mewujudkan desa yang Agamis, 
Jumaidi berkomitmen meningkatkan kualitas kehidupan beragama melalui penguatan sarana ibadah dan kegiatan keagamaan. Selain itu, nilai-nilai moral dan akhlak mulia akan didorong untuk ditanamkan sejak dini di lingkungan masyarakat.

Sementara untuk membangun desa yang Mandiri, dirinya akan mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, sektor pertanian dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ia juga menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting, khususnya bagi masyarakat dan generasi muda agar lebih produktif, memiliki keterampilan serta mampu bersaing.

Pada aspek Beradat, Jumaidi berkomitmen menjaga, menghidupkan kembali serta melestarikan hukum adat dan tradisi luhur yang menjadi identitas Desa Simpang Beringin.

Peran lembaga adat juga akan diperkuat, terutama dalam membantu penyelesaian persoalan sosial dan pembinaan kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan untuk menciptakan desa yang Nyaman, pembangunan infrastruktur akan diarahkan agar merata, aman dan ramah lingkungan.

Selain itu, Jumaidi juga mendorong peningkatan keamanan swakarsa melalui pos ronda dan siskamling, memperkuat kerukunan antarwarga serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh pelayanan pemerintahan desa.

Tak hanya masyarakat, kenyamanan aparatur pemerintahan desa juga menjadi perhatian dalam gagasan pembangunan yang dibawanya.

Jumaidi berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga persatuan selama proses Pilkades berlangsung.

Baginya, kontestasi Pilkades bukanlah sekadar persaingan, melainkan momentum untuk memilih pemimpin yang mampu membawa Desa Simpang Beringin menuju arah pembangunan yang lebih baik.

“AMAN” bukan hanya slogan, tetapi menjadi arah perjuangan untuk membangun Simpang Beringin yang lebih agamis, mandiri, beradat dan nyaman bagi seluruh masyarakat. ***

Ikuti Terus Pelalawanpos

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER