Kanal

Kabut Asap Makin Mencekam, Bupati Pelalawan Terbitkan Edaran: Khatib Diminta Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar dan Doa Turun Hujan

PELALAWAN — Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak hanya mengandalkan upaya penanganan di lapangan. Ikhtiar juga dilakukan melalui pendekatan spiritual dengan mengajak masyarakat memperbanyak taubat, istighfar dan doa memohon turunnya hujan.

Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Pelalawan Nomor 400.8/KESRA/VIII/2026/33 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri.

Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi para imam dan khatib dalam pelaksanaan Shalat Jumat di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan, khususnya dalam menyikapi kondisi kabut asap yang saat ini berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Pelalawan menyebabkan kualitas udara menurun dan sebagian kawasan diselimuti kabut asap. Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan sejumlah sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA terpaksa diliburkan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik.

Melalui surat edaran tersebut, Pemkab Pelalawan mengajak seluruh stakeholder, khususnya khatib, imam masjid dan pengurus masjid se-Kabupaten Pelalawan, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menghadapi kondisi darurat kabut asap.

Ada sejumlah poin yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan Shalat Jumat.

Pertama, para khatib diminta menyampaikan pesan kepada jamaah agar melakukan muhasabah dan memperbanyak taubat, salah satunya dengan melazimkan atau memperbanyak istighfar setelah melaksanakan shalat fardu maupun shalat sunnah.

Kedua, khatib diminta mengangkat tema khutbah yang berkaitan dengan lingkungan, ikhtiar dan tawakal, kepedulian sosial, serta larangan membakar lahan secara sembarangan.

Pesan tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih di tengah kondisi musim kemarau dan meningkatnya ancaman Karhutla.

Ketiga, pada penghujung khutbah, para khatib diminta memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan rahmat bagi negeri ini, sehingga kabut asap dapat segera berakhir dan kondisi lingkungan kembali membaik.

Sementara itu, keempat, para imam masjid yang memimpin Shalat Jumat diminta untuk membacakan Qunut Naailah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama dalam menghadapi musibah yang sedang terjadi.

Surat edaran ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menghadapi dampak Karhutla, sekaligus mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Di tengah asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, pemerintah berharap ikhtiar lahiriah melalui penanganan Karhutla dapat berjalan seiring dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan introspeksi diri.

Pemkab Pelalawan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbanyak doa agar hujan segera turun dan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dapat segera berlalu.***

Ikuti Terus Pelalawanpos

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER