Kanal

Dinilai Mandek, HIPMAWAN Desak Gubernur Riau Copot Dirut PT Riau Petroleum Kampar

PEKANBARU (PelalawanPos.co)– Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan (HIPMAWAN) Pekanbaru melontarkan kritik keras terhadap kinerja PT Riau Petroleum Kampar. Organisasi mahasiswa tersebut mendesak Pemerintah Provinsi Riau bersama para pemegang saham untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh hingga mencopot Direktur Utama PT Riau Petroleum Kampar, Hengki Primana, karena dinilai belum mampu mengoptimalkan potensi Wilayah Kerja (WK) Kampar yang sebagian besar berada di Kabupaten Pelalawan.

Ketua Umum HIPMAWAN Pekanbaru, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa PT Riau Petroleum Kampar seharusnya menjadi motor penggerak pengelolaan sumber daya migas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi wadah penempatan jabatan.

Menurutnya, sekitar 65 persen Wilayah Kerja Kampar berada di Kabupaten Pelalawan, sehingga masyarakat berhak merasakan dampak positif dari keberadaan perusahaan tersebut.

"Kami menilai PT Riau Petroleum Kampar berjalan tanpa arah yang jelas. Sampai hari ini, masyarakat belum melihat terobosan yang berdampak nyata bagi daerah. Jika tidak mampu menghadirkan kinerja yang baik, maka tidak ada alasan untuk mempertahankan jabatan tersebut," tegas Taufik.

HIPMAWAN juga mempertanyakan kapasitas dan kompetensi jajaran pimpinan perusahaan dalam mengelola sektor migas yang dinilai sangat strategis bagi pembangunan daerah. Menurut Taufik, jabatan strategis di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus diisi oleh figur yang memiliki integritas, profesionalisme, kemampuan manajerial, serta pemahaman yang kuat terhadap sektor energi.

"BUMD bukan ruang bagi kepentingan politik ataupun balas jasa. Kami meminta proses penunjukan direksi dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan kapasitas. Apabila terdapat dugaan adanya intervensi kepentingan tertentu dalam penempatan jabatan, maka hal tersebut harus dibuka secara terang kepada publik," lanjutnya.

HIPMAWAN juga meminta Gubernur Riau dan seluruh pemegang saham PT Riau Petroleum Kampar tidak mengabaikan kritik yang berkembang di tengah masyarakat. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja direksi dinilai penting agar perusahaan benar-benar menjalankan fungsinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

"Jangan sampai PT Riau Petroleum Kampar hanya menjadi simbol tanpa kontribusi yang jelas bagi daerah. Kami meminta Dirut PT Riau Petroleum Kampar dicopot apabila tidak mampu menunjukkan kinerja, kompetensi, dan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat," tutup Taufik Hidayat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Riau Petroleum Kampar terkait desakan yang disampaikan HIPMAWAN Pekanbaru.***

Ikuti Terus Pelalawanpos

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER