PELALAWAN (PelalawanPos) – Angin segar mulai dirasakan para petani kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan. Setelah Bupati Pelalawan H. Zukri SM MM menggelar rapat mendadak bersama 26 perusahaan dan pabrik kelapa sawit di halaman Kantor Bupati, Selasa (26/5/2026), harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani perlahan mulai mengalami kenaikan.
Sebelumnya, anjloknya harga TBS sempat membuat para petani resah. Harga sawit di sejumlah wilayah bahkan turun drastis hingga berada di kisaran Rp1.900 sampai Rp2.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat banyak petani khawatir karena hasil panen tetap harus dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun, beberapa hari setelah rapat yang dipimpin langsung Bupati Zukri itu digelar, harga sawit mulai merangkak naik hingga menyentuh kisaran Rp2.800 per kilogram. Kenaikan ini pun disambut antusias masyarakat karena dinilai mulai menghidupkan kembali roda perekonomian warga.
Salah seorang petani sawit di Pelalawan, Rusman, mengaku bersyukur atas membaiknya harga sawit yang mulai dirasakan para petani.
“Alhamdulillah, berharap harga dapat naik terus pak, harapan kita petani pak. Jangan tiba-tiba harga TBS sawit merosot, tentu para petani terkejut,” ungkapnya, Kamis (28/5/2026).
Hal senada disampaikan Erwin, petani sawit asal Pangkalan Kerinci. Ia menilai langkah cepat pemerintah daerah memanggil puluhan perusahaan sawit menjadi perhatian besar bagi masyarakat kecil.
Menurutnya, sebelum rapat tersebut digelar, harga TBS di tingkat petani sangat rendah dan berbeda-beda di setiap tempat, sehingga membuat petani semakin resah.
“Ya, namanya kita butuh, harga berapapun tetap kita jual pak, daripada busuk. Kami petani sawit juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya pak bupati, yang mau mendengar curhatan kami terkait anjloknya harga TBS sawit di tengah masyarakat,” katanya.
Para petani kini berharap pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan dan pabrik sawit agar harga TBS tetap stabil dan tidak merugikan masyarakat.
Selain itu, mereka juga meminta agar tidak ada lagi perusahaan yang menurunkan harga secara sepihak tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.
Dengan mulai membaiknya harga sawit, masyarakat berharap kondisi ekonomi di Kabupaten Pelalawan kembali stabil dan daya beli warga kembali meningkat.***