Kanal

Safari Ekologi Pakar Lingkungan Hidup di Desa Dundangan, Ini Korporasi yang Dipantau

PelalawanPos.co- Doktor Lingkungan Hidup Riau, Doktor Elviriadi melakukan investigasi lapangan terkait kondisi sungai Manau di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Sungai yang berdampingan dengan beberapa perusahaan salah satunya PT Surya Bratasena Plantation Diduga perusahan itu menanam sawit hingga di bibir sungai Manau.

Hal ini menjadi salah satu sorotan Pakar Lingkungan Hidup Riau yang dikenal garang dalam menuntaskan permasalahan lingkungan di Provinsi Riau.

Kehadiran Doktor berbadan gempal yang selalu menjadi ahli dalam setiap  persidangan Lingkungan Hidup di Negeri Lancang Kuning itu sangat disambut baik masyarakat Kecamatan Pangkalan Kuras.

Dalam kegiatan investigasi Dr Elviriadi itu didampingi Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Pangkalan Kuras (IPM-KPK) Ricardo, dan Kepala Dusun Dundangan Kadus I, Edi dan beberapa Masyarakat Kecamatan Pangkalan Kuras.

"Kita hari ini melakukan observasi kualitas lingkungan hidup, ekosistem sungai Manau di Desa Dundangan ini. Tentunya, kita melihat efek keberadaan korporasi yang sudah kita cek kelapangan, ternyata terjadi sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS), pendangkalan hingga dihilirnya," kata Doktor Elviriadi kepada media ini, Minggu (17/4/2022).

Lanjut dijelaskan aktivis KAHMI Nasional ini bahwa adanya penanaman TBS sawit yang melanggar aturan yaitu pada pemerintah nomor 3 tahun 2011 tentang Sungai.

"Kita lihat sawit ditanami hingga kebibir sungai, kita ketahui bersama bahwa jarak penanaman sawit itu dari bibir lebih kurang 50 meter setiap masing masing bibir sungai. Kita akan coba elaborasi ini secara akademik dan kita akan lihat kurikulum ekologisnya serta akan kita bawak untuk menjadi ahli di persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Pekanbaru," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Dundangan I, Edi menyambut baik kedatangan Pakar Lingkungan Hidup Riau Doktor Elviriadi. Ia menyebutkan bahwa seperti inilah kondisi sungai Manau di Kampungnya. 

"Dulu, sungai Manau ini tepat masyarakat mencari ikan salah satu sumber ekonomi kehidupan masyarakat, namun sejak keberadaan korporasi sekeliling sungai. Ikan seperti ikan baung, selais maupun tapa tidak pernah lagi ditemukan di sungai ini," ungkapnya.

Ditambahkannya, kehadiran Doktor Elviriadi dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang aturan lingkungan hidup. Sebab selama ini masyarakat banyak tidak paham tentang aturan lingkungan hidup.***

Ikuti Terus Pelalawanpos

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER